Ini kisah nyata ku yang baru kutulis tentang sahabat.
sahabat adalah seseorang yang ada di dekat kita dalam suka
maupun duka yang mampu menerima segala kekurangan kita.
Itu menurut ku arti sahabat yang sesungguhnya.
Entah apa karena aku anak tunggal jadi aku susah untuk
bergaul atau memahami sahabat,
Semasa aku sekolah dasar aku hanya memilih satu orang cewek
yang bisa aku ajak bicara, karena memang susah untuk memahami orang yang
berbeda pendapat dan waktu itu aku juga baru pindah ke sumsel . Dan emang sih
semasa TK sahabat ku banyak cowok, karena aku merasa cowok itu lebih asik buat
di ajak bermain sepedah, bercanda, ataupun di ajak makan.
Akhirnya pada sekolah dasar pun aku lebih memilih untuk
banyak bersahabat dengan cowok. Sampai akhirnya lulus dan masuk ke sekolah
menengah pertama, aku baru merasakan asiknya bersahabat dengan cewek di sekolah
ku itu. Mungkin karena mereka kebanyakan dari orang yang berbeda-beda latar
belakang, jadi sangat asik jika di ajak bercanda, curhat atau apapun itu.
Tapi tidak ku pungkiri juga aku berteman dengan cowok di
sekolah itu, tidak banyak, hanya segelintir, tapi orang yang sangat terkenal
menurut siswi-siswi di situ. Tidak ada satupun cewek yang resek menurut ku.
tidak ada yang saling ganggu, tapi malah aku yang nyari masalah hahah.. karena
dulu aku kalau tidak suka sama orang ya langsung aku labrak, ga peduli mau anak
guru sekalipun.
Ketikah tamat aku pun memilih untuk memasuki sekolah
menengah kejuruan yang mayoritas cowok. Aku pun akhirnya banyak mendapatkan
sahabat cowok, dan tidak banyak cewek-cewek yang menurut aku iri karena aku
memiliki sahabat cowok yang banyak. Aku pun selalu menjadi bahan perbincangan,
aku tau tapi aku menutup telinga, mata dan hati.
Untuk apa aku memperkeruh, jujur aku paling males berantem
sama cewek ya ga tega aja mukulnya. Kalau berkelahi sama cowok ya aku ladeni
selagi itu masih pukulan yang normal. Disini lah aku mengenal mana sahabat
biasa, mana yang bisa aku anggap sebagai saudara, mana juga yang aku anggap
musuh.
Banyak sekali aku mendapati musuh, bahkan dulu aku merasa
orang sekelas tidak ada yang menyukai ku, hanya teman sebangku ku yang dapat ku
ajak berbicara. Untungnya sahabatku di luar banyak , aku malah menganggap
orang-orang sekelas ku itu adalah cirri-ciri orang yang munafik,iri,dengki.
Yahh kalo ga seneng ya bilang aja kali,
Aku tau kok kalo aku orang yang banyak di cari cowok ,
hahaha ..
Gak kok becanda..
Tapi itu semua membuat aku sadar, bahwa jangan mudah percaya
dengan orang, siapa pun dia, sebaik apa pun dia. Sifat orang mana ada sih yang
tau, yang aku tau hanyalah kejahatan mereka. aku tau hanya sedikit orang baik
yang benar-benar tulus. Dan itu pun baru dapat aku buktikan dia itu baik atau
tidak selama 4 tahun.
Aku mempunyai sahabat yang benar-benar aku sayang, karena dia bisa
menerima kekurangan aku, dia dapat mendengar keluh kesah ku. aku adalah tipe
orang yang mudah menangis, jika dia membuat kesalahan, aku pun to the poin
menanyakan “apa benar kata orang”, dia
menjawab “tidak” dan beberapa kali aku Tanya dan jawabannya tetap sama.
Sulit memang, untuk mempertahankan sahabat yang sudah di anggap sebagai saudara.. aku
menganggapnya sebagai saudara ku yg paling aku sayang.
Cuma satu itu orang yang dapat aku percaya sampai detik ini.
Dari berantem, dan akhirnya baikan lagi ga tau siapa yang
duluan minta maaf,, hahaha aku akan selalu anggap dia sebagai saudara ku
meskipun kami tidak ada hubungan darah.
Aku bakalan kangen berat sama dia, karena aku berada jauh
darinya. Di kota yang berbeda ini aku ingin mendapatkan sahabat yang sama
seperti dia. Semoga saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar